Masa depan GenZ kok di lumpur? Itu komentar yang diterima Raka, 24 tahun, pas mutusin resign dari startup Jakarta dan pulang ke Subang. Gajinya 12 juta, tapi tiap hari ngerasa hidupnya cuma “bales email & nunggu weekend”. Sekarang? HP-nya penuh lumpur, kuku item, tapi senyumnya lebih lepas. Dia nanam melon premium di greenhouse 200 meter, jual via TikTok Live, omzet 40 juta sebulan. Dan Raka nggak sendirian. Tahun 2026, ada tren yang nggak disangka : Gen-Z rame-rame terjun ke pertanian . Bukan karena “nggak ada pilihan”, tapi karena mereka nemu 3 hal yang kantor AC nggak kasih : kendali, makna, dan panggung . Gen-Z tumbuh bareng notifikasi. Bangun tidur cek HP, kerja depan laptop, tidur ditemenin drama drakor. Pas pandemi, banyak yang ngerasain burnout digital. Tanah jadi pelarian. Bedanya sama generasi bapaknya, Gen-Z nggak nyangkul asal-asalan. Mereka bawa laptop ke saung. Sensor tanah IoT, drip irrigation , jualan pake live shopping . Bertani, tapi bahasanya t...
West Papua Robusta Coffee You Should Know Coffee is one of the main commodities for the agricultural sector in West Papua. Supported by the geographical conditions, rich fertility soil of mountain ranges, the quality of the coffee produced is unquestionable. Dating back to the beginning of the 20th century, the coffee plantations were implemented in West Papua due to the influence of evangelists’ arrival. Since then, the plantation pattern has been developed and become the famous Papua Coffee Plantation. West Papua Diary Arabica Coffee from West Papua is famous and even got the title as one of the best coffees in Indonesia, along with celebes’ Toraja, Aceh’s Gayo, West Java’s Malabar and Nusa Tenggara’s Flores. While West Papua has wonderful varieties of Arabica Coffee, they also have abundant Robusta Coffee varieties. Robusta Coffee in West Papua is grown with a semi-forest grown technique (agroforestry). However, West Papuan Robusta Coffees generally grow naturally w...