Informasi Lengkap Wisata Candi Ratu Boko di Sleman

Candi Ratu Boko

Berwisata tak harus ke tempat wisata yang menyuguhkan pemandangan indah bukan ? Berwisata menikmati liburan bersama keluarga juga bisa dilakukan ke tempat wisata yang juga menyediakan ilmu pengetahuan, salah satunya dengan berwisata ke tempat peninggalan di zaman dulu seperti Candi Ratu Boko. Candi ini juga menyuguhkan fenomena alam seperti sunset. Candi yang juga sering disebut Candi Boko ini merupakan salah satu situs purbakala yang berjarak sekitar 18 km dari pusat kota Yogyakarta. Mau tahu lebih lengkap tentang candi ini ? Yuk simak terus hingga akhir.

Sekelumit Tentang Sejarah Candi Ratu Boko

Istana Ratu Boko merupakan salah satu peninggalan situs arkeologi, berbeda dengan situs yang lainnya. Tak sedikit yang mengira bahwa istana ini hanyalah berupa candi seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Namun sebenarnya Ratu Boko adalah bekas kompleks istana dengan beberapa bagian bangunan. Selain itu istana ini juga terkenal sebagai salah satu tempat yang terbaik untuk pengunjung menikmati sunset di Jogjakarta. Dengan letaknya yang berada di daerah perbukitan menjadikan pengunjung untuk dapat melihat sunset dari candi. Selain itu pengunjungnya juga bisa menikmati pemandangan sebagian kota Jogja dan sekitarnya yang dapat dinikmati di sekitar Ratu Boko tersebut yang terasa asri dan alami.

Lokasi Candi Ratu Boko dapat dibilang tidak susah untuk dicari yakni di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Rutenya yaitu jika pengunjung dari arah pusat kota Yogyakarta, langsung aja mengambil arah jalan Solo. Setelah itu jalan hingga sampai di Jalan Solo km 17 atau dekat candi Prambanan, ambillah arah menuju pasar Piyungan, kemudian sekitar 5 menit pengunjung akan menemukan tanda parkir ke Candi Ratu Boko.

Sejarah Ratu Boko bermula pada seorang raja yaitu Prabu Dewatasari atau Prabu Boko hidup di Keraton Prambanan. Situs yang juga merupakan peninggalan dari kerajaan Mataram kuno bermula dari seseorang yang berasal dari Belanda yang bernama H.J. De Graff, pada abad ke-7 terdapat orang Eropa yang datang mengunjungi Jawa memberitahu bahwa terdapat peninggalan oleh sejarah purbakala dan mengatakan bahwa ditemukan runtuhan bangunan istana yang berada di Bokoharjo. Catatan sejarah menerangkan bahwa kerajaan Mataram Kuno tepatnya abad ke-8 telah digunakan dinasti Syailendra yaitu Rakai Pikatan, jauh sebelum era raja Samaratungga, yakni pendiri candi Borobudur dan Rakai Pikatan yang merupakan pendiri Prambanan.

Ada juga yang menyebutkan bahwa Prabu Boko sebenarnya seorang perempuan yaitu permaisuri Raja Prambanan bernama Prabu Prawatasari. Prabu Boko ini merupakan wanita titisan raksasa bernama Buto Nyai. Meskipun begitu tetapi kecantikan Buto Nyai tak ada yang menandinginya di daerah Jawa Tengah. Setelah melahirkan, Prabu Boko berkebiasaan buruk dengan memakan daging manusia yang digunakan sebagai tumbal untuk kesaktiannya. Karena itu, ayahnya, Raja Prabu Dewatasari murka dan memerintahkan Prabu Boko meninggalkan istana. Kepergian sang permaisuri membuat sang raja dan bayinya sedih, dan pada akhirnya dibuatlah patung yang menyerupai sang istri terbuat dari batu dan hingga sekarang dikenal dengan sebutan Candi Ratu Boko. Jadi pertanyaan siapakah Ratu Boko sebenarnya sudah terjawab.

Untuk kalian yang ingin mengunjungi Candi Ratu Boko, persiapkan dulu tiket masuk yang relatif murah, hanya 25 ribu yang sudah termasuk parkir dan harga tersebut hanya berlaku hingga pukul 15.00. untuk tiket setelah pukul 15.00 akan dikategorikan menjadi tiket menikmati sunset dan jauh lebih mahal yakni sebesar 100 ribu. Walaupun harga tiket lebih mahal, namun mendapat kepuasan tersendiri dalam menikmati pemandangan sunset dan pemandangan lainnya di wisata tersebut.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *