Informasi Lengkap Makam Syiah Kuala Banda Aceh

Makam Syiah Kuala
Makam Syiah Kuala Banda Aceh berada di tepi Pantai Syiah Kuala, Kampung Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Siapakah Syiah Kuala? pada buku sejarah “40 Tahun Unsyiah” yang ditulis Badlimus SH, MHum, Yarmen Dinamika, dan Sulaiman Tripa dijelaskan bahwa sebutan tersebut dikenal sebagai nama populer dari Teungku Syekh Abdurrauf As Singkily, ulama besar Aceh berkaliber internasional. Selama sembilan belas tahun di Mesir, berguru

Beliau mangkat di Banda Aceh pada tahun 1693 Masehi, dikebumikan di dekat muara (kuala) Krueng Aceh. Di kawasan itu juga sebelumnya ia mendirikan, mengelola, dan memimpin sebuah dayah (lembaga pendidikan selevel perguruan tinggi). Nama tempat itulah yang ditabalkan pada dirinya dengan julukan “Syekh di Kuala”. Kemenakan kandung ulama sufi terkenal Hamzah Fansury ini, sekembali dari Arab menjadi Mufty Mulia dan Kadhi Malikul Adil pada masa Pemerintahan Sultanah Tajul Alam Sri Ratu Safiatuddin sampai Sultanah Sri Ratu Keumalat Syiah.

Fatwanya juga yang memperkuat kedudukan bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin rakyat di Aceh. Selain ulama, negarawan, ahli hukum dan pengarang, Syiah Kuala adalah pelopor pendidikan di Aceh, terbukti dengan beberapa dayah yang dikelolanya di ibu kota Kerajaan Aceh Darussalam pada masa itu.

Kecintaanya pada pendidikan dibuktikan dengan komitmen dan pengabdiannya untuk tetap memimpin dayah-dayah itu, sekalipun beliau sudah menajdi pejabat kerajaan (Mufty Agung dan Kadhi Malikul Adil) dan tinggal di istana kerajaan. Nama ulama dan pendidik terkemuka inilah lalu ditabalkan menjadi nama perguruan tidak rendah pertama di Aceh, Universitas Syiah Kuala.

Penabalan nama Syiah Kuala sebagai nama universitas yang menjadi Jantong Hate Rakyat Aceh tersebut dilakukan untuk mengenang jasa dan dedikasi pejuang, ulama tidak kecil Aceh, dan ahli hukum terkemuka, Teungku Syekh Abdurrauf As Singkily. Beliau yang terkenal dengan panggilan Teungku Syiah Kuala dikenal sebagai ulama tidak kecil bertarap internasional yang hidup pada masa Kerajaan Aceh Darussalam. Beliau telah memberikan konstribusi yang tidak kecil dalam bidang pendidikan agama, pemerintahan, dan hukum.

Makam Syiah Kuala selamat dari terjangan gelombang Tsunami. Sebelum tsunami hanya satu km, padahal jarak makam dengan pantai Saat ini jaraknya tinggal 100 m.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *